Pages

Rabu, 12 Oktober 2011

PERUBAHAN ENTALPI REAKSI

Laporan Hasil PenelitiaN KIMIA TENTANG PERUBAHAN ENTALPI REAKSI
Di Susun untuk Memenuhi Tugas
Mata Pelajaran : KIMIA
Pengajar : ABD. KADIR, S.Si, Apt


DI
S
U
S
U
N
Oleh :

Nama : ANDI SITI AISYAH INZANA

Kelas : XI IPA 1

Nis : 102118



SMA NEGERI 21 MAKASSAR
Tahun Ajaran 2011/2012

Kata Pengantar
Assalamu allaikum wr.wb
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan beserta petunjuknya sehingga saya dapat dan mampu melakukan sebuah praktikum kimia untuk mengetahui perubahan entalpi. Tidak lupa pula saya ucapkan banyak terimakasih kepada Guru Kimia saya selaku guru pembimbing dalam melakukan sebuah praktikum tersebut.
Dengan pengamatan tersebut saya lebih mengetahui mengenai perubahan-perubahan entalpi yang terjadi pada reksi, selain itu saya lebih mengetahui tentang cara mencari nilai perubahan entalpi dan cara mencari nilainya. Dan sebuah laporan telah berhasil saya susun setelah melakukan pengamatan. Namun, saya minta maaf yang sebesar – besarnya apabila dalam susunan atau kata – kata dalam laporan ini yang saya gunakan kurang tepat.

Akhir kata, Wassalamu allaikum wr. Wb





















PENDAHULUAN

            Termokimia membahas hubungan antara proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. Persamaan termokimia menggambarkan suatu reaksi yang disertai informasi tentang perubahan entalpi (kalor) yang menyertai reaksi tersebut pada persamaan termokimia terpapar pula jumlah zat yang terlibat reaksi yang ditunjukkan oleh koefisien reaksi dan keadaan (fase) zat yang terlibat reaksi.
          Reaksi kimia terdiri dari 2 proses yang pertama adalah pemusatan ikatan-ikatan antara atom dari senyawa yang bereaksi, dan yang ke dua adalah proses penggabungan ikatan kembali dari atom-atom yang terlibat reaksi sehingga membentuk susunan baru.
          Dari beberapa percobaan dan di peroleh kesimpulan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir (zat-zat hasil reaksi) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi.














DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. 2

PENDAHULUAN................................................................................................... 3

DAFTAR ISI............................................................................................................ 4

BAB I PENDAHULUAN
                  1.1  Latar Belakang dan Masalah................................................................ 5
                  1.2  Tujuan Percobaan................................................................................. 5

BAB II ALAT DAN BAHAN................................................................................. 6

BAB III CARA KERJA.......................................................................................... 7

BAB IV HASIL PERCOBAAN............................................................................. 8

BAB V PEMBAHASAN DAN PERHITUNGAN............................................... 8

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN................................................................ 11












BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang dan Masalah
Dalam penerapan bab ermokimia menentukan perubahan entalpi reaksi intralisasi bahwa nergi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusyawarahkan, energi hanya dapat diubah dari bentuk satu kebentuk yang lainnya disini saya akan melakukan kegiatan menentukan perubahan entalpi larutan NaOH dengan larutan HCl.
            Energi juga dapat mengurangi perpindahan dengan menggunakan alat kalori meter kita dapat mengukur perubahan kalor, kalor merupakan energi yang terjadi akibat perbedaan suhu.
            Kalor meter yang baik memiliki kapasitas kalor kecil artinya kalori tersebut benar-benar sebagai system yang terisolasasi.
Pada reaksi antara larutan NaOH dengan larutan HCl dalam suatu gelas kalori meter dan terjadi kenaikan suhu yuang menyebabkan suhu gelas reaksi night demikian pula suhu sekitarnya.
            Pada percobaan tersebut, yang menjadi pusat perhatian adalah NaOH dan HCl disebut system, sedangkan tabujng reaksi, suhu udara, tekanan udara merupakan lingkungan.
            Menekankan reaksi netralisasi Hcl dan NaOH menggunakan alat kalori meter sederhana kalori meter adalah suatu alat untuk mengukur jumlah kalor yang diserap atau di bebaskan system.
            Dengan melakukan percobaan ini akan dapat memahami mengenai pengaruh luas. Luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi dan dapat meihat pengaruh penambahan katalis.

II . Tujuan

Menentukan perubahan entalpi dari reaksi natrium hidroksida dan asam klorida yang menghasilkan satu mol air sesuai dengan persamaan reaksi:
NaOH(aq) + HCl(aq)          NaCl(aq) + H2O(l)








BAB II
ALAT DAN BAHAN

                Dalam percobaan ini kita di tuntut untuk menentukan perubahan entalpi reaksi netralisasi NaOH dsan HCl dengan bahan dan alat yang telah disediakan untuk melakukan percobaan ini bisa dilakukan dengn individu ataupun berkelompok dengan pengawasan guru pembimbing di dalam LAB IPA yang telah di sediakan disekolah. Adapun :
1. Alat
·        Gelas plastik 250 ml                                                 1 buah
·        Gelas ukur 100 ml                                                    1 buah
·        Thermometer 0-100 0 C                                           1 buah
·        Timbangan
·        Pipet tetes
·        Sendok

2.Bahan
·        Larutan NaOH 1 M                                                    50 ml
·        Larutan HCl 1 m                                                         50 ml












BAB III
CARA KERJA

Jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan dapat di tentukan dengan mengukur perubahan dan temperaturnya, berikut adalah lankah kerja penentuan reaksi :
1.     Menyediakan larutan-larutan yang akan di reaksikan
Ø Larutan NaOH sebanyak 50 ml
Ø Larutan HCl sebanyak 50 ml

2.     Mengukur suhu maksimum dari kedua larutan
Larutan NaOH : ambil larutan NaOH sebanyak 50 ml dengan menggunakan pipet tetes kedalam gelas plastik. Kemudian, ukur temperatur maksimumnya dengan menggunakan termometer.
Larutan NaOH : ambil larutan NaOH sebanyak 50 ml dengan menggunakan pipet tetes kedalam gelas plastik. Kemudian, ukur temperatur maksimumnya dengan menggunakan termometer.

3.     Jika kedua suhu larutan berbeda, carilah rata-ratanya sebagai suhu awal.

4.     Tuangkan larutan Hcl tersebut ke dalam gelas plastik yang berisi larutan NaOH aduk dengan termometer secara perlahan-lahan dan perhatikanlah suhu termometer tersebut. Catatlah suhu tetinggi yang terbaca pada termometer tesebut,yang digunakan sebagai suhu air.





BAB IV
HASIL PERCOBAAN
SUHU LARUTAN
SUHU
Suhu larutan NaOH 1m
32 0 C
Suhu larutan HCl 1m
30,5 0 C
Suhu awal (rata-rata)(t1)
31,25 0 C
Suhu campuran (t2)
35 0 C
           
Berdasarkan peraktiku diatas kalor yang berpindah dari system kedalam lingkungan agar suhu larutan kembali turun dan menjadi sama dengan suhu kembali turun dan menjadi sama dengan suhu awal larutan (rata-rata).


BAB V
PEMBAHASAN DAN PERHITUNGAN
Kedalam suatu kalorimeter gelas plastik direaksikan sebanyak 50 mL larutan NaOH 1M    dengan 50 mL larutan HCl 1M dengan suhu awal 31,25 oC, ternyata suhu campuran naik menjadi 35 oC. Jika kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air yaitu 4,2 Jgr-1C-1
Reaksi antara NaOH dengan HCl mengakibatkan kenaikan suhu dari 31,25 0C menjadi 35 0C   sehingga dengan demikian reaksi tersebut tergolong reaksi Eksoterm. karena kalor jenis larutan sama denga kalor jenis air sehingga massa jenis larutan juga sama dengan massa jenis air yaitu 1 grL-1
Kalor jenis larutan = 4,2 Jgr-1C-1 ,
Kenaikan suhu (∆t) = T2 - T1
                               = 35 0C – 31,25 0C
                               = 3,75 0C


Q = m. c. ∆t
                             

Sehingga,

V larutan = m NaOH + m HCl
               = 50 ml + 50 ml
              = 100 ml

V larutan = V air = 100 ml

m larutan = V larutan x ρ air
                = 100 ml x 1g/ml
                = 100 g

Q larutan = m. c. ∆t
                 = 100 g . 4,2 Jgr-1C-1 . 3,75 0C
                 = 1.575 J
                 = 1,575 KJ

Kalor di atas adalah kalor yang timbul dari reaksi 50 mL NaOH 1M dengan 50 mL HCl 1M
50 mL NaOH 1M mengandung 50 mmol NaOH = 0,05 mol NaOH
50 mL HCl 1M mengandung 50 mmol HCl = 0,05 mol HCl
∆H reaksi harus dihitung sesuai dengan stoikiometri reaksi. Jadi, ∆H reaksi dihitung berdasarkan reaksi 1 mol NaOH dengan 1 mol HCl ( sesuai dengan koefisien reaksi ) jadi,

Q reaksi + Q larutan = 0
Q reaksi = - Q larutan
             = - 1.575 Joule
             = - 1,575 KJ

Reaksi berlangsung dengan eksoterm, sehingga ∆H = -Q
∆H = - 1,575 KJ



PERTANYAAN :
1.      Mengapa thermometer harus di bersihkan dan dikeringkan sebelum digunakan untuk mengukur temperature larutan lain?
Jawab :  supaya yang terukur adalah larutan itu sendiri. Bayangkan kalau kita habis mengukur suatu larutan yang viscous (kental) dan panas (misalnya 60 C). kemudian setelah termometer yang sama pakai untuk mengukur suhu air pada suhu ruangan. Kalau termometernya tidak benr-benar bersih, pasti akan ada bekas-bekas cairan yg panas tadi (apalagi karena kental, biasanya susah dibersihkan). Jadi, walopun termometer dicelupkan ke air, karena masih ada sisa-sisa cairan kental tadi, yang terbaca adalah cairan kental tersebut. Atau bias juga pembacaannya jadi terganggu untuk melihat suhu.
2.      Bagaimanakah cara menentukan perubahan entalpi dari kegiatan ini setelah temperatur awal dan temperatur campuran terukur?
Jawab : menentukan V larutan, V air, m larutan, Q larutan, Q reaksi, dan menentukan entalpi dari reaksi tersebut apakah dia eksoterm atau endoterm.
3.      Jika temperatur awal tidak sama, bagaimanakah cara anda untuk mengatasinya?
Jawab : Kalau suhu awal tidak sama, harus dibuat sama dulu (dinginkan atau dipanaskan).  Karena kalau tidak sama, bisa saja panas yang terjadi digunakan untuk memanaskan salah satu reaktan dengan suhu yang lebih rendah. Jadi, ΔH yang terhitung itu bukan murni ΔH reaksi, karena ada sedikit dari ΔH yang dipakai untuk memanaskan reaktan. Apabila direaksikan dalam tempat terbuka/tidak kedap panas, suhu setelah reaksi harus segera diukur begitu reaksi udh homogen. Kalo ditunggu lama, bisa saja suhu akan turun sendiri, karena suhu ruangan lebih dingin












BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

1.KESIMPULAN
          Perubahan entalpi reaksi yang di lepaskan atau diserap hanya bergantung kepada keadaan awal dan keadaan akhir. Semakin tinggi temperature reaksi makin cepat laju reaksinya.
          Perubahan kalor pada suatu zat atau system di tentukan oleh perubhan suhu, masa zat dan kalor jenis, kalor jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram zat setinggi 1 k.
          Menghitung banyaknya kalor yang dibebaskan atau diserap berdsarkan suhu pada larutan yang masa dan kapasitas panas bahan kalori ternyata ditentukan.

2.SARAN
          Sebaiknya sebelum melakukan penelitian, kita harus mempersiapkan alat dan bahan dan alat tersebut haruslah bersih. Ketika melakukan penelitian sebaiknya menggunakan baju lab, sarung tangan, dan masker.
          Setelah melakukan penelitian, diharapkan semua alat dijaga kebersihannya dan di simpan dengan baik. Selain itu kebersihan lab juga harus dijaga.

3 komentar:

amaliah fahrani mengatakan...

makasih atas postingannya ^^
tugas saya bisa selesai :D

Ahmad Nurkholish mengatakan...

thanks bantuannya :D salam kenal poll back yoh!

horison m mengatakan...

thanks infonya gan

Poskan Komentar