Pages

Sabtu, 08 Oktober 2011

CONTOH LAPORAN PENELITIAN TENTANG SEL


Laporan Hasil Penelitian Biologi
TENTANG SEL

Di Susun untuk Memenuhi Tugas
Mata Pelajaran : Biology
Pengajar : manariah S,pd


DI
S
U
S
U
N
Oleh :

Nama : ANDI SITI AISYAH INZANA

Kelas : XI IPA 1

Nis : 102118



SMA NEGERI 21 MAKASSAR
Tahun Ajaran 2011/2012
LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

I
. Latar Belakang
 
        Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.
         Oleh karena itu sel berperan begitu penting bagi tubuh ini, walaupun strukturnya begitu sangat kecil karena merupakan struktur terkecil dari makhluk hidup. Hanya menggunakan mikroskop sel dapat kita amati. Namun penuh ketelitian dan ketekunan untuk dapat mengamati struktur dari sel tersebut. Ada tiga macam bentuk sel yaitu, sel mati, sel tumbuhan, dan sel hewan. Setiap sel memiliki struktur yang berbeda. Dan untuk lebih jelasnya tentang sel – sel tersebut, dilakukanlah sebuah praktikum untuk mengamati masing – masing sel tersebut.

II . Tujuan
           
Untuk mengetahui perbedaan antara sel mati, sel hewan, dan sel

III . Rumusan masalah

1) Bagaimana struktur sel?
2) Apa perbedaan sel mati dan sel hidup?
3) Apa perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan?



BAB II
TINJAUAN PUSATAKA

Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.
1. Robert Hooke (1635-1703)
     Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat -rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.
2. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
     Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel. Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.
3. Robert Brown
     Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.
4. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye
     Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.
5. Max Schultze (1825-1874)
     Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup.
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain:
a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup;
b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;
c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;
d. sel merupakan unit hereditas.



BAB III
METODE


A. Alat dan Bahan
         Sebelum melakukan praktikum terlebih dahulu kita mempersiapkan alat dan bahan untuk mendukung dalam pengamatan pada sel. Alat dan bahan yang dipersiapkan diantaranya sebagai berikut,
a. Alat-alat
Ø  Microskop
Ø  Kaca objek
Ø  Kaca penutup (the glass)
Ø  Pipet tetes
Ø  Pinset
Ø  Silet tajam
Ø  Tusuk gigi
b. Bahan-bahan
Ø  Bawang merah
Ø  Aqua (air gelas)
Ø  Tissue
Ø  Gabus
Ø  Rhoe discolor (kalau ada)



B. CARA KERJA
Setelah semua perlengkapan untuk melakukan sebuah praktikum pengamatan pada sel tersedia, kita dapat memulai praktikum dengan langkah – langkah sebagai berikut,

1. Mengamati Sel Mati
Cara Kerja:
1.Menyayat gabus setipis mungkin secara melintang
2.Meletakkan sayatan gabus itu ditengah kaca objek dan tetesilah dengan air . Kemudian, tutplah secara hati-hati dengan kaca penutup .
3.Memasang  preparat tersebut pada meja benda mikroskop dan amatilah dengan perbesaran lemah yang dilanjutkan dengan perbesaran kuat . Gambarlah hasil pengamatan  di buku kerja dan berilah keterangan.

2. Mengamati Sel Tumbuhan
Cara Kerja:
1. Sayatlah bawang dengan menggunakan pisau. Ambillah bagian tipis yang transparan dari bawang
(epidermis dalam an epidermis luar)
2. Berilah 1 tetes air pada objek gelas. Letakkan potongan bawang tadi pada tetesan air, kemudian tutuplah dengan gelas penutup.
3. Amatilah di bawah mikroskop dengan perbesaran kecil dan besar.
4. Gambarlah hasil pengamatan Anda dan berilah keterangan pada bagian-bagian sel yang dapat diamati.

3. Mengamati Sel Hewan
Cara Kerja:
1. Amatilah lapisan dalam rongga mulut dengan cara menggoreskan tusuk gigi dengan hati-hati pada bagian dalam rongga mulut.
2. Berilah 1 tetes air pada objek gelas, kemudian letakkan goresan rongga mulut tadi pada tetesan air di atas objek gelas. Setelah itu tutuplah dengan gelas penutup.
3. Amatilah di bawah mikroskop dengan perbesaran kecil dan besar.



BAB IV

PEMBAHASAN

Dengan menggambar hasil sel penelitian kita dapat melakukan sebuah pembahasan pada sel mati, sel hidup, dan sel hewan.

1) Pada sel mati (gabus)

Bentuk sel-sel  gabus  adalah segi delapan, tetapi ada juga yang bentuknya seperti segi lima atau segi enam. Sel  gabus  termasuk  sel  mati  karena sel gabus tidak memiliki isi, tidak memiliki inti sel dan tidak ada aktivitas yang terjadi. Pada se mati hanya terdapat dinding sel sementara bagian yang lain kosong. Sel mati ini tidak berperan bagi kehidupan.

2)
pada sel tumbuhan (bawang merah)

Bentuk sel epidermis bawang merah seperti balok yang disusun miring. Sel epidermis bawang merah termasuk sel hidup, karena sel bawang merah mempunyai inti sel, memliki cairan di dalamnya dan ada aktivitas yang terjadi di dalamnya seperti pertukaran zat dalam sel. cairan yang ada di dalam sel epidermis bawang merah disebut  nukleoplasma. Fungsi cairan nukleoplasma adalah untuk melindungi vakuola. Bawang merah memiliki struktur yang jauh lengkap dari pada sel mati, yaitu memiliki, inti sel,dinding sel,kloroplas,membran sel, dan sitoplasma. Sel pada bawang merah berwarna merah mudah, hal ini di sebabkan karena bawang merah mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas. Adapun epitel pada bawang merah mempunyai tiga bagian yaitu membran plasma, inti sel, dan sitoplasma. Sel pada bawang merah dan epitel mempunyai peran yang cukup penting bagi kelangsungan hidup.

Adapun persamaan dan perbedaan pada sel gabus dan sel tumbuhan :
1.      Persamaan dengan sel gabus adalah karena sama-sama memiliki pori-pori.
2.      Perbedaan dengan sel gabus adalah jika sel gabus mati tetapi sel bawang merah hidup  danjuga berbeda pada bentuknya.

3) pada sel hewan (epitel rongga mulut)

Bentuk sel pada epitel rongga mulut berbentuk seperti partikel-partikel kecil yang bergerak bebas. Sel hewan tidak memiliki bentuk yang tetap; tidak memiliki dinding sel; tidak mempunyai plastida; tidak mempunyai vakuola, walaupun terkadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Adapun yang dimiliki sel hewan ialah vesikel; menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen; mempunyai sentrosom; memiliki lisosom; nukleus lebih besar daripada vesikel.


BAB V
KESIMPULAN / SARAN-SARAN

A. Kesimpulan

Setelah melakukan sebuah praktikkum pengamatan pada sel, kita dapat menyimpulkan perbedaan diantara sel tumbuhan, sel hewan, dan sel mati, yang sebelumnya telah diamati dengan menggunakan mikroskop. Berikut perbedaan diantara sel– sel tersebut.
Pada sel tumbuhan
1.      Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan
2.      Mempunyai bentuk yang tetap
3.      Mempunyai dinding sel
4.      Mempunyai plastid
5.      Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar
6.      Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) pati
7.      Tidak Mempunyai sentrosom
8.      Tidak memiliki lisosom
9.      Nukleus lebih kecil daripada vakuola

Pada sel hewan
1.      Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan
2.      Tidak mempunyai bentuk yang tetap
3.      Tidak mempunyai dinding sel
4.      Tidak mempunyai plastid
5.      Tidak mempunyai vakuola [vacuole], walaupun terkadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Yang biasa dimiliki hewan adalah vesikel.
6.      Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen
7.      Mempunyai sentrosom
8.      Memiliki lisosom
9.      Nukleus lebih besar daripada vesikel

B.Saran

Saya pribadi membutuhkan saran dari anda karena laporan ini pasti memiliki kekurangan.
 

4 komentar:

TED mengatakan...

tq info nya ya.. berguna banget buat bikin makalah :)

Nugrah KHR lover mengatakan...

ka' sy jga anak sma 21, tahun ajaran 2013/2014... izin copas yah kak

Nurizzaty Hanieza mengatakan...

thanks buat infonya

ellenlope tony mengatakan...

makasih yaaa.. aku kopas:-D

Poskan Komentar